Keterbatasan
produksi perikanan tangkap telah menstimulasi kesadaran pada pentingnya
perikanan budidaya. Secara signifikan perikanan budidaya di Indonesia terus
meningkat, khususnya pada budidaya udang. Karena pangsa pasar yang tsangat
terbuka dan menguntungkan, para pembudidaya akhirnya berlomba-lomba untuk
meningkatkan produksi udang yang diusahakannya dengan cara peningkatan padat
tebar dengan tidak memperhatikan kestabilan lingkungan budidaya dan tidak
melakukan kontrol yang baik, akhirnya dalam usaha budidaya udang yang
dijalankan oleh para pembudidaya lambat laun banyak mengalami kendala dan
masalah, seperti munculnya penyakit/virus/bakteri yang tidak menguntungkan.
Tanpa bisa dihindari akhirnya praktek penggunaan antibiotik dan terapi
kimiawipun dilakukan.
Selamat Datang
Selamat Datang di Situs Layanan Informasi Penyuluhan Perikanan
Selasa, 23 Agustus 2016
Senin, 22 Agustus 2016
PENETUAN CALON KAWASAN KONSERVASI SUMBERDAYA PESISIR DAN PERAIRAN UMUM
Isu konservasi dewasa ini telah menjadi perhatian global sekaligus
menjadi isu strategis di berbagai negara tidak terkecuali di Indonesia.
Tersedianya potensi sumberdaya ikan yang melimpah di Indonesia mendorong
dilakukannya langkah pengelolaan sumberdaya tersebut secara efektif dan
berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. Sebagai langkah pengelolaan maka
perlu diketahui katagori jenis kawasan konservasinya. Konservasi kawasan pada
dasarnya tidak hanya berupa penetapan zona tetapi juga hendaknya dilengkapi
dengan langkah-langkah pengelolaan yang lebih jelas dan bisa diterima oleh
semua pihak yang terkait.
TUJUAN DAN MANFAAT PENERAPAN
TEKNOLOGI :
Penerapan teknologi berupa Pedoman Penentuan Calon Kawasan Konservasi
Sumberdaya Pesisir bertujuan untuk mengetahui jenis kawasan konservasi
perairan, yang diharapkan dapat :
· Memudahkan para
pelaksana lapangan menilai suatu perairan dalam menentukan kawasan konservasi
baru atau menilai efektivitas kawasan konservasi yang sudah ada.
· Dapat
dimanfaatkan bagi para pemangku kebijakan dalam menentukan suatu peraturan yang
terkait tentang pelaksanaan langkah konservasi perairan untuk mendukung
kelestarian sumberdaya alam.
Jumat, 19 Agustus 2016
TEKNOLOGI REHABILITASI HABITAT DAN PEMULIHAN SUMBER DAYA IKAN MELALUI PENGEMBANGAN TERUMBU BUATAN


Kekayaan ekosistem terumbu karang dan
letaknya yang dekat dengan hunian manusia (wilayah pesisir) menyebabkan tekanan
dari berbagai kegiatan untuk mengeksploitasi sumberdayanya. Beberapa penyebab
kerusakan terumbu karang diantaranya adalah penambangan batu karang,
penangkapan ikan tidak ramah lingkungan (muroami, bahan peledak, bahan kimia
beracun), pencemaran, sedimentasi, dan juga perubahan iklim global (kenaikan
suhu perairan). Kerusakan terumbu karang akan menyebabkan ekosistem tersebut
tidak dapat memenuhi fungsinya, baik sebagai pelindung pantai maupun tempat
berlindung, mencari makan, bertelur, dan asuhan berbagai jenis biota laut. Salah
satu rumusan kebijakan nasional pengelolaan terumbu karang adalah mengupayakan
pelestarian, perlindungan, perbaikan/rehabilitasi dan peningkatan kualitas
ekosistem terumbu karang bagi kepentingan seluruh masyarakat yang kelangsungan
hidupnya bergantung pada eksploitasi sumber daya alam yang terkandung di
dalamnya.
Kamis, 18 Agustus 2016
PERANGKAT PELOLOS IKAN MUDA (YUWANA) DAN IKAN RUCAH PADA PERIKANAN PUKAT DASAR
TUJUAN DAN
MANFAAT PENERAPAN TEKNOLOGI
Pukat dasar (bottom seine net)
adalah alat tangkap ikan dengan konstruksi terdiri atas bagian sayap jaring (wing),
badan jaring (body) dan bagian kantong jaring (codend). Pukat
dasar dioperasikan menggunakan wahana kapal, yaitu
dengan cara dihela menyapu dasar perairan selama jangka waktu tertentu. Pukat
dasar mempunyai target tangkapan ikan-ikan jenis demersal, namun demikian saat di
operasikan, semua biota laut (ikan, udang dan biota lain) segala ukuran masuk
melalui mulut jaring. Selanjutnya biota laut tersebut melewati bagian badan
jaring dan akhirnya tertampung di bagian kantong jaring.
Rabu, 17 Agustus 2016
Mesin Penarik Tali Kerut Jaring Purse Seine (Kapstan) Bertenaga Hidrolik
TUJUAN DAN
MANFAAT PENERAPAN TEKNOLOGI
Alat
Bantu Mesin Penangkapan Mesin Penarik Tali Kerut Jaring Purse Seine (Kapstan)
Bertenaga Hidrolik adalah merupakan alat bantu yang digunakan dalam operasi
penangkapan ikan untuk membantu memperingan, mempermudah nelayan skala kecil
dan menengah dalam proses penarikan tali kerut jaring purse seine yang biasa
ditarik dengan tenaga diesel langsung yang kurang aman, tidak praktis dan tidak
efektif. Dengan menggunakan mesin penarik sistem tenaga hidrolis, maka tali
kerut tali dapat ditarik dengan sangat aman, mudah, praktis, ringan dan lebih
cepat sehingga bisa melakukan operasi penangkapan lebih banyak.
Selasa, 16 Agustus 2016
APLIKASI MINA GROW PADA BUDIDAYA IKAN TAWAR
1. TUJUAN DAN MANFAAT PENERAPAN
TEKNOLOGI
Kegunaan
teknologi ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas ikan dan
udang.
2. PENGERTIAN/ISTILAH/DEFINISI
MinaGrow
= merupakan salah satu Recombinant Growth Hormone (rGH) atau protein
hormon pertumbuhan rekombinan atau suplemen pemacu pertumbuhan yang bekerja
sebagai stimulator
agentbagi
pertumbuhan somatik ikan, sehingga dapat mempersingkat waktu pemeliharaan dan
meningkatkan produksi budidaya ikan.
Senin, 15 Agustus 2016
APLIKASI MINA GROW DAN PROBIOTIK BBPBAT-S-Pro SERTA APLIKASINYA PADA BUDIDAYA IKAN NILA
TUJUAN DAN
MANFAAT PENERAPAN TEKNOLOGI
Kegunaan teknologi ini adalah untuk
meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas pembesaran ikan nila.
PENGERTIAN/ISTILAH/DEFINISI
MinaGrow = merupakan Recombinant
Growth Hormone (rGH) atau protein hormon pertumbuhan rekombinan atau
suplemen pemacu pertumbuhan yang bekerja sebagai stimulator
agent
bagi
pertumbuhan somatik ikan, sehingga dapat mempersingkat waktu pemeliharaan dan
meningkatkan produksi budidaya ikan.
Probiotik = mikroorganisme hidup
(seperti bakteri Lactobacillus sp. dan Bacillus sp.) yang sengaja
diberikan dengan harapan dapat memberikan efek yang menguntungkan bagi
ikan/udang.
Langganan:
Postingan (Atom)

