Selamat Datang

Selamat Datang di Situs Layanan Informasi Penyuluhan Perikanan

Selasa, 17 Januari 2017

JENIS TANAMAN AQUASCAPE UNTUK AKUARIUM


Tanaman aquascape adalah ragam jenis tumbuhan yang banyak diletakkan di dalam akuarium sebagai hiasan. Tanaman aquascape yang berada di akuarium tidak hanya menjadi pemercantik akuarium, tetapi juga menjadi tempat bersembunyi ikan. Dengan adanya tanaman aquascape di dalam akuarium, maka keberadaannya bisa memperkaya keindahan akuarium.
Tanaman aquascape ada banyak macamnya. Kebanyakan tanaman tersebut bisa tumbuh dengan dukungan karbondioksida, pencahayaan, suhu, dan pH tertentu untuk mendukung proses fotosintesis. Apabila Anda mau menanam aquascape, sebaiknya ketahui dulu jenis-jenis tanaman aquascape yang mudah tumbuh dan cocok untuk pemula dengan melihat daftar yang telah tanamtanaman.com kumpulkan berikut ini.

Hygrophila Polysperma


Jumat, 09 Desember 2016

JARING INSANG MILENIUM



LATAR BELAKANG
¢  Gillnet milenium mulai dikenal tahun 2003, yang diadopsi dari nelayan  Indramayu yang bekerja pada kapal Taiwan atau Thailand.
¢  Dalam perkembangannya mula mula nelayan membeli jaring dari Singapura atau Malaysia, oleh karena perkembangannya yang pesat kemudian pabrik jaring mendukung menyediakan bahan  (memproduksi) maka muncullah jaring insang millennium yang untuk dioperasikan di dasar dan di permukaan  dengan berbagai varisainya.
¢  Jaring insang millennium memiliki ciri khas dari bahan benangnya, yaitu berupa bahan nylon mono multifilament terdiri dari benang Ø1,5 x 10-15 fly dipintal lunak, definisi berdasarkan sensus Amerika Serikat dengan pintalan kurang dari 50 lilitan dalam 1 meter dianggap jaring tidak berpintal.
¢  Jaring insang millennium bila dilihat dari besaran modal maka digolongkan kedalam kelompok industri karena di Jawa Barat menggunakan lebih dari 100 pis.
¢  Melihat produksinya yang tinggi  membuat para nelayan sangat tertarik untuk meniru berdasarkan kecenderungan emosional atas dasar popularitas alat ini kiranya perlu mensosialisasikan jaring insang millennium bagi nelayan dan pelaku perikanan

Kamis, 08 Desember 2016

BERBAGAI CARA UNTUK MENJAGA KELESTARIAN LAUT



Seiring perkembangan dan kemajuan jaman, laut pun semakin kotor dan semakin terekploitasi. Dampaknya sudah dapat kita rasakan mulai dari perubahan suhu, naiknya permukaan laut hingga semakin langkanya biota laut yang biasa kita manfaat sebagai sumber kehidupan kita. Menjaga laut tetap lestari merupakan hal yang sangat penting. Selain sebagai tempat hidup berbagai jenis ikan maupun karang, laut juga adalah yang memungkinkan adanya kehidupan di muka bumi. Tentu tidak terbayang bagaimana jadinya jika laut sudah mengalami kerusakan total.

Rabu, 07 Desember 2016

Manfaat Laut Bagi Kehidupan Manusia



Sangat menarik memang mengetahui berbagai fakta unik yang dapat kita temukan di dalam laut. Adanya laut merupakan satu faktor yang sangat penting yang memungkinkan terjadinya kehidupan di muka bumi. Laut, juga memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan manusia. Bahkan kita sering mendengar lagu dengan lirik, “nenek moyangku seorang pelaut…” Hal ini mengindikasikan betapa laut sudah menjadi tumpuan hidup dan juga sumber daya alam bagi manusia bahkan sejak dahulu kala. Untuk lebih lengkapnya, di bawah ini akan dijelaskan berbagai manfaat dari keberadaan laut di bumi:

Senin, 05 Desember 2016

PERAN SISTEM RESIRKULASI DALAM MENJAGA KUALITAS AIR TETAP OPTIMUM UNTUK BUDIDAYA IKAN HIAS



I.   PENDAHULUAN
        Latar Belakang
Kualitas air di daerah perkotaan mempunyai kecenderungan yang semakin menurun, kualitas air yang rendah merupakan akumulasi dari semakin banyaknya penggunaan air yang akan menghasilkan buangan berupa limbah yang semakin tinggi. Banyaknya buangan limbah dari kegiatan rumah tangga dan industri sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas air yang ada. Saat  ini untuk memperoleh air yang bersih dan sehat untuk keperluan sehari-hari sudah sangat susah, bahkan sudah banyak yang harus mengeluarkan biaya untuk mendapatkanya.
            Semakin mahalnya air yang diperlukan sangat erat kaitanya dengan usaha perikanan yang selalu bersinggungan dengan air dalam kualitas dan jumlah yang mencukupi. Dengan semakin mahalnya nilai air yang digunakan sudah saatnya dipikirkan bagaimana cara untuk memanfaatkan air secara maksimal dengan kualitas yang mendukung. Salah satu alternatif yang bisa dipakai adalah bagaimana menggunakan air secara efisien dan efektif untuk budididaya ikan menggunakan system resirkulasi.
Sistem resirkulasi merupakan salah satu jawaban yang bisa digunakan dalam memperbaiki mutu air sehingga dapat digunakan secara terus menerus. Sistem ini menggunakan system aliran tertutup dimana air yang digunakan untuk budidaya ikan akan mengalir terus kemudian diputar ke tempat penyaringan dan di teruskan ke tempat budidaya untuk digunakan lagi begitu seterusnya.  
Sistem resirkulasi dibuat bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan yang stabil selama pemeliharaan ikan. Spesies air laut yang bisa dikultur dalam resirkulasi aliran tertutup adalah ; kakap, kerapu, sidat sedangkan untuk jenis ikan hias sebagian besar bisa dibudidayakan dalam system ini seperti : koki, koi, discus, arwana, black gost dll. Pada prinsipnya system resirkulasi sangat simple karena memerlukan tempat yang kecil dengan padat tebar yang tinggi tentunya hasil yang diperoleh akan tinggi.

Jumat, 02 Desember 2016

KONSERVASI MANGROVE DAN BAKAU



Mangrove/bakau merupakan komunitas vegetasi pantai tropis yang khas tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur, berpasir, atau muara sungai, seperti pohon api-api (Avicennia spp), bakau (Rhizophora spp), pedada (Sonneratia), tanjang (Bruguiera),nyirih (Xylocarpus), tengar (Ceriops) dan buta buta (Exoecaria).

Minggu, 20 November 2016

DAERAH LITORAL



Wilayah pesisir adalah daerah pertemuan antara daratan dan laut.  Ke arah darat wilayah pesisir meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air, yang masih dipengaruhi oleh sifat-sifat laut, seperti pasang surut, angin laut, dan perembesan air asin.  Sedangkan ke arah laut wilayah pesisir mencakup bagian laut yang masih dipengaruhi oleh proses alami yang terjadi di darat, seperti sedimentasi dan aliran air tawar, maupun karena kegiatan manusia, seperti pengundulan hutan dan pencemaran (Bengen, 2002; Dahuri, Rais, Ginting dan Sitepu, 2001; Supriharyono, 2000a).