Selamat Datang

Selamat Datang di Situs Layanan Informasi Penyuluhan Perikanan

Minggu, 04 Februari 2018

KOLAM TERPAL ALTERNATIF PEMELIHARAAN IKAN



Sistem budidaya ikan di kolam terpal merupakan salah satu inovasi dalam pengembangan budidaya ikan. Saat ini kolam terpal telah digunakan untuk budidaya berbagai jenis ikan seperti lele, gurami, nila, patin, bawal, dsb.

A. KEUNGGULAN KOLAM TERPAL
Budidaya ikan di kolam terpal memiliki beberapa keunggulan, diantaranya:
1. Dapat diterapkan di lahan terbatas
2. Dapat diterapkan di lahan atau tanah porous
3. Dapat diterapkan di daerah sulit air
4. Pembuatannya praktis
5. Waktu produksi lebih singkat
6. Ikan-ikan yang dibudidayakan tidak berbau lumpur
7. Sintasan atau kelangsungan hidup ikan lebih tinggi
8. Padat penebaran lebih tinggi
9. Pertumbuhan ikan lebih cepat
10. Biaya pembutannya lebih murah

Sabtu, 27 Januari 2018

BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp)



I. PENDAHULUAN
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa.Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan :
1. Dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi
2. Teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat
3. Pemasarannya relatif mudah
4. Modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.

Sabtu, 13 Januari 2018

ANALISA USAHA PERIKANAN BUDIDAYA


I. PENDAHULUAN 

Pembangunanan Perikanan dan Kelautan merupakan bagian integral dari pembangunanan ekonomi secara keseluruhan dan harus menunjang terwujudnya perekonomian yang maju, efisien dan tangguh yang dicirikan oleh kemampuan dalam mensejahterakan petani tambak dan nelayan sekaligus meningkatkan kemandirian serta kemampuannya dalam mendorong sektor perikanan pada umumnya.
Pembangunan Perikanan di Indonesia ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Salah satu upaya yang ditempuh untuk mewujudkan harapan tersebut adalah meningkatan produksi dan produktifitas usaha perikanan untuk mencapai swasembada pangan berprotein dalam rangka meningkatkan pendapatan sekaligus perbaikan gizi keluarga. Peningkatan produksi perikanan dapat dilakukan melalui kegiatan penangkapan dan yang terpenting adalah kegiatan budidaya. Dalam hal ini usaha budidaya udang merupakan salah satu alternatif yang penting, karena dapat memanfaatkan potensi lahan yang tersedia secara optimal dan menguntungkan serta memperhatikan kelestarian sumbernya.

Sabtu, 06 Januari 2018

PENGOLAHAN PINDANG IKAN AIR TAWAR





I.      PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pindang ikan menjadi istilah yang sudah lazim didengar di Indonesia khususnya bagi mereka yang menggemari kuliner khas ikan. Namun demikian, sejauh ini ikan yang diolah menjadi pindang umumnya adalah ikan laut. Di Indonesia terdapat 65.000 pengolahan pindang ikan laut yang tersebar di berbagai daerah di seluruh nusantara. Ketergantungan yang sangat tinggi terhadap hasil tangkapan di laut menyebabkan kebutuhan bahan baku ikan laut untuk pindang menjadi sangat tinggi. Jika hal ini terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama akan berdampak buruk terhadap kelestarian sumber daya ikan di laut. Industri pengolahan pindang ikan laut saat ini saja mengalami kekurangan bahan baku yang mencapai 81.404 ton/bulan. Hal ini berimbas pada kelangkaan/minimnya pasokan pindang ikan laut di tingkat konsumen. Oleh karena itu, kelangkaan pindang ikan laut sudah saatnya disubstitusi/digantikan keberadaannya salah satunya dengan pindang ikan air tawar.

Senin, 18 Desember 2017

SEXUAL DIMORPHISM, METHODS FOR SEX IDENTIFICATION AND SEX RATIO EFFECT OF GIANT GOURAMI (STRAIN GALUNGGUNG / SOANG)





Hasil survei dan pengalaman pembudidaya
Ø  Seleksi induk : rasio kelamin sangat bervariasi dan tidak sesuai
-          Rasio  kelamin jantan/betina yang diinginkan: 1:2 sampai 1:9
-          Rasio yang diperoleh:  2:1 sampai 3:1
Ø    Kondisi di lapangan :
-          sering terjadi kesalahan dalam penentuan jantan dan betina,
-          di beberapa lokasi pembenih
                ± 20% betina terpilih sebagai jantan dan
                ± 6% jantan terpilih sebagai betina
Ø   Pada pemijahan berpasangan di kolam sekat:
           Risiko kesalahan : 4F daripada 1M/3F tidak bertelur