Selamat Datang

Selamat Datang di Situs Layanan Informasi Penyuluhan Perikanan

Jumat, 24 Juli 2015

PENANGANAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN BETUTU



Penyakit yang menyerang ikan betutu merupakan interaksi yang sangat kompleks antara lingkungan, organisme patogen dan penanganan budidaya itu sendiri.  Jika kondisi ikan dan lingkungan memungkinkan berkembangnya organisme penganggu, maka ikan akan mudah terserang oleh penyakit.  Misalnya, air tempat budidaya kotor, penuh sampah, keruh air jarang diganti, dasar dan tepi kolam terlalu kasar/tajam sehingga mengakibatkan luka pada ikan.  Luka-luka pada tubuh ikan memungkinkan basil-basil penyakit melakukan pentrasi kedalam tubuh ikan.
          Penyakit pada ikan dapat juga terjadi karena nutrisi pakan yang diberikan kurang, bak kuantitas maupun kualitasnya.  Kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat juga dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit, misalnya suhu air dan pH air yang tidak cocok bagi kehidupan ikan. 
          Pencegahan penyakit pada ikan betutu dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1.    Pemberian pakan yang cukup, baik kuantitas maupun kuantitasnya
2.    Sanitasi kolam secara teratur, minimal 3 bulan sekali
3.    Melakukan penggantian air kolam sesering mungkin, bila mungkin setiap hari air kolam diganti dengan cara dialiri
4.    Menjaga kebersihan kolam agar tidak ada otoran atau sampah yang dapat mengundang bibit penyakit
5.    Ikan yang sudah terserang penyakit diambil dan dimusnahkan
6.    Penyakit yang sering menyerang ikan betutu dan pengobatannya, sebagai berikut :
NO
PENYAKIT
GEJALA
PENGOBATAN
BAHAN KIMIA
BAHAN ALAMI
1
Penyakit Viral
Nafsu makan menurun, Hidup menyendiri, gerakannya lamban, dropshy, badannya kesat, kulitnya melepuh dan timbul mozaik berwarna merah, hijau, dan lain-lain tergantung pada jenis virusnya.
Penyuntikan dengan Terramysin dengan dosis 25 mg/berat tubuh ikan
Perendaman dengan ekstrak sambiloto
2
Bakteri (Aeromonas hydrophilla, dan Pseudomonas
sp
- Permukaan badan, terutama perut dan pangkal sirip, berwarna merah dan sering berdarah
 - Kulit melepuh dan sisik hilang
- Perendaman dengan larutan PK dosis 2 % selama 10 menit dan diulangi setisp 3 hari sekali
- Penyuntikan dengan Oxytetracyclin
Perendaman dengan ekstrak sambiloto
Perendaman dengan ekstrak kunyit
  sebagian atau rusak
- Insang rusak dan warnanya berubah dari merah menjadi keputih-putihan/keabu-abuan
- Lendir banyak hilang (keset) sehingga tubuh ikan terasa kasar
HCL/Teramycen dengan dosis 25 mgr tiap kg berat tubuh ikan
3
Penyakit Mikotik
(Saphroregnia sp)
Terdapat benang-benang jamur (mycelium) yang menempel pada tubuh ikan,
Kulit terkelupas
-  Perendaman dengan garam dapur dengan dosis 20 gr/ltr air bersih selama 10 menit
-  Perendaman dengan Methylen blue pada dosis 5 ppm selama 3 jam
Direndam dengan daun sambioto, atau daun sirih dengan dosis dapat disesuaikan, Karena daun ini bersifat
anti biotik dan anti septic
4         4
Penyakit parasiter protozoa (Ichthyopthirius multifiliis. F)
-    Ikan bergerak lamban dengan nafas tersengal-sengal
-    Pada sirip dan insang terdapat bintik-bintik putih
-    Ikan sering menggosok-gosokkan badannya pada benda-benda keras 
-Perendaman dengan larutan Malachit Green Oxalate 0,5 g ditambah 25 cc larutan formalin dalam 1m 3 air bersih, selama 12-24 jam.
-    Perendaman dengan Methylen blue 10 gr dalam 100 cc air
-    Perendaman dengan larutan garam dapur pada konsentrasi 3 gr/ltr air, selama 5 -10 menit dan di ulangi selama 3 hari berturut-turut.
Perendaman dengan ekstrak sambiloto
Perendaman dengan buah daun miana







DAFTAR PUSTAKA
Mulyono, D.  2001.  Budidaya Ikan Betutu.  Kanasius. Yogyakarta.
Komarudin, Ujang.  2000.  Betutu; Pemijahan Secara Alami dan Induksi, Pemeliharaan di Kolam, Keramba dan Hampang.  Penebar Swadaya.  Jakarta.   
Kurniawan R. dan Syafei L.S, 2005. Buku Seri Kesehatan Ikan “Betutu Sehat Produksi Meningkat”. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Jurusan Penyuluhan Perikanan, Bogor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar