Selamat Datang

Selamat Datang di Situs Layanan Informasi Penyuluhan Perikanan

Jumat, 19 Juni 2015

PEMBESARAN IKAN CORYDORAS


Kegiatan akhir budidaya corydoras ialah pembesaran. Kegiatan pembesaran merupakan pemeleharaan ikan hingga mencapai ukuran yang dikehendaki pasar. Ada tiga ukuran ikan hasil pembesaran yang siap di pasarkan, yaitu ukuran S (1,75-2,00 cm), Ukuran M (2,5-3.0 cm), dan ukuran L(lebih dari 3 cm). Permintaan pasar tebesar adalah ukuran M dengan ukuran rata-rata 2,5 cm.
Pada kegiatan pembesaran ini membutuhkan waktu lebih lama dibanding pembenihan dan pendederan. Waktu yang dibutuhkan larva menjadi ukuran S sekitar 1-1,5 bulan, dari ukuran S ke M sekitar 1-1,5 bulan, dari ukuran M ke L sekitar 1,5-2 bulan.

Minggu, 07 Juni 2015

PENANGANAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN CUPANG

Setidak-tidaknya ada tiga penyebab pokok yang biasa mematikan cupang-cupang kesayangan kita. Antara sebab yang satu dengan lainnya kadang-kadang erat kaitannya. Penyebab utama adalah hama ikan. Batasan hama di sini adalah segala macam makhluk, baik di dalam air ataupun di luar air yang biasa memangsa ikan cupang. Penyebab kedua adalah parasit, yaitu makhluk air atau non air yang menyebabkan ikan terserang penyakit dan akhirnya ikan bisa mati. Penyebab ketiga adalah nonparasit, yaitu selain parasit yang juga mampu menyebabkan cupang sakit, dan akhirnya mati.

Sabtu, 06 Juni 2015

PEMBENIHAN IKAN CUPANG


Ikan cupang (Betta splendens) bukanlan ikan asli Indonesia, meskipun Indonesia mempunyai ikan yang masih semarga dengan ikan ini yakni Betta fasciatus, alias Stiped fightingfish, yang lebih dikenal dengan nama Tempalo.
Ikan ini  pertama kali ditemukan di perairan Thailand, Malaysia. Sekalipun  dahulu belum mengetahui kehebatanya bertarung, namun salah satu yang sering mendapatkan perhatian adalah sijantan mempunyai warna yang menarik, selain itu juga muda diurus, karena tahan ditempatkan dalam wada yang berukuran kecil serta muda beradaptasi.

Jumat, 29 Mei 2015

PEMIJAHAN IKAN DISCUS


Sampai saat ini discus masih dikenal sebagai ikan yang bermasalah predikat ‘mudah sakit’ sering kali mengikuti namanya, seolah-olah hak untuk memeliharanya hanya diberikan kepada spesialis dan pakar. Hal ini pula yang menyebabkan banyak pecinta ikan ini yang ‘menyerah’ dan berpaling kepada jenis ikan yang lain. Sebenarnya discus akan menjadi ikan yang bermasalah jika kita mengizinkannya! Prosedur pemeliharaan sehari-hari yang kurang tepat dan tidak disertai ketelatenan tentu bermuara pada berbagai masalah. Sebaliknya, penciptaan system pemeliharaan yang kondusif akan membuat kita mempeljari bahwa memelihara discus adalah hal yang mudah dan menyenangkan.