Selamat Datang

Selamat Datang di Situs Layanan Informasi Penyuluhan Perikanan

Kamis, 31 Mei 2018

BUDIDAYA IKAN ARWANA


I.    PENDAHULUAN

Sepanjang waktu kepopuleran arwana di luar negeri dan dalam negeri memang cukup lama. Begitu trend memelihara arwana di dalam negeri meningkat ,bersamaan keluarnya peraturan tentang ikan cantik yang perlu di lindungi itu,sejarah kehidupan arwana pun menjadi berubah.
Arwana (Scleropages sp.) sebenarnya termasuk jenis ikan purba yang hingga kini belum punah. Banyak nama yang melekat padanya,diantara ikan siluk,ikan kayangan,ikan kalikasi,dan ikan kelasa.Bentuk badannya gepeng dan bersisik besar meliuk-liuk indah saat berenang di akuarium.Ditambah tumbuhnya dua sungut di ujung bibir bawah membuat ikan ini mirip liong atau naga. Karena itu, tidak mengherankan jika sebagian masyarakat menyabutnya dengan kimliong atau ikan naga emas. Layaknya naga,arwanajuga dianggap sebagai symbol keberhasilan, keperkasaan, dan kejayaan.
Permintaan arwana setiap tahun meningkat, tetapi tidak terpenuhi.Pasar ekspor terbentang luas.Mengandalkan tangkapan alam jelas tak mungkin.Soalnya, memperdagangkan arwana tangkapan alam dilarang.Menangkarkan jalan keluar yang tak dapat ditawar-tawar lagi.Namun,tak mudah menghasilkan arwana kualitas ekspor.induk,pakan, dan kunci keberhasilan penangkaran.


II.   KLASIFIKASI DAN TOKSONOMI IKAN ARWANA

Menurut sistematika ilmu taksonomi (identifikasi organism berdasarkan kelasnya) ternyata arwana tidak hanya digolongkan dalam satu genus. Ada empat genus yang dikenal tetapi yang lazim dan banyak diperdagangkan hanya dua genus yaitu Scleropages dan Osteoglossum. Sementara itu arwana asia sering disebut ikan naga, ikan kayangan atau ikan siluk karena berasal dari genus Scleopages. Berikut adalah klasifikasi ikan arwana:
Filum               : Chordata
Subfilum          : Vertebrata
Kelas               : Pisces
Sub Kelas        : Teleostei
Ordo                : Malacopterygii
Famili              : Osteoglossidae (Bonytongues)
Genus              :   
  1. Arapaima Spesies : Arapaima gigas (giant arwana)
  2. Osteoglossum Spesies : Osteoglossum bicirrbosum; Spesies : Osteoglossum ferreirai
  3. Scleropages Spesies : Scleropages formosus; Spesies : Scleropages guntberi; Spesies : Scleropages Leicbardti; Spesies : Scleropages Jardini
  4. Clupisudis Spesies : Clupisudis nilot/Heterotis Nilotic (nile arowana)

Minggu, 13 Mei 2018

SAPTA USAHA BUDIDAYA PERIKANAN


Kegiatan perikanan meliputi semua kegiatan pada perikanan tangkap dan perikanan budidaya, akan tetapi perikanan tangkap pada saat ini sudah mengalami titik jenuh sehingga hasilnyapun akan semakin menurun dan dikhawatirkan tidak bisa memenuhi kebutuhan akan protein hewani di masa mendatang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perikanan budidaya memiliki peranan yang sangat besar.
Budidaya ikan merupakan usaha manusia dengan segala tenaga dan kemampuannya untuk memelihara ikan ikan dengan cara memasukan ikan tersebut dalam tempat dengan kondisi tertentu atau dengan cara menciptakan kondisi lingkungan alam yang cocok bagi ikan. Sistem budidaya pada awalnya merupakan usaha pemeliharaan ikan di kolam yang melibatkan sedikit aktivitas manusia dan mengandalkan energi hanya dari makanan alamiah yang tersedia di perairan tersebut. Berdasarkan pengalaman, pada kolam yang subur dapat dipelihara ikan dengan tingkat kepadatan yang lebih tinggi daripada kolam yang kurang subur karena di dalamnya tersedia jumlah makanan alami yang lebih banyak.

Sabtu, 05 Mei 2018

PENYAKIT IKAN, PENCEGAHAN DAN PENGOBATANNYA

 I. PENYAKIT IKAN .
           Berdasarkan sifatnya, penyakit ikan digolongkan menjadi dua yaitu : Penyakit infektif dan penyakit non infektif.  Penyakit infektif adalah penyakit yang disebabkan terinfeksinya ikan oleh orgamisme pathogen, seperti virus, bakteri, jamur ataupun parasit.  Sedangkan penyakit non infektif adalah penyakit yang terjadi  karena gangguan non pathogen seperti nutrisi, kualitas air, bahan toxic, dan genetic.
          Khusus untuk ikan ., penyakit juga dapat terjadi pada benih, ikan konsumsi maupun induk.  Pada benih, yang sering terjadi adalah penyakit karena infeksi parasit.  Sedangkan ikan . yang berukuran besar, jamur, luka borok, maupun benjolan pada mata paling sering ditemui.  Berikut ini diuraikan beberapa jenis penyakit yang sering menginfeksi ikan .