Selamat Datang

Selamat Datang di Situs Layanan Informasi Penyuluhan Perikanan

Senin, 24 Juni 2013

KONSTRUKSI JARING INSANG

Bentuk Umum

Jaring insang pada umumnya berbentuk empat persegi panjang. Ukuran mata jaring (mesh size) seluruh bagian jaring adalah sama. Ukuran mata jaring yang digunakan disesuaikan dengan jenis dan ukuran ikan yang menjadi target tangkapan.
Konstruksi jaring insang terdiri dari:
  1. Badan jaring (webbing).
  2. Tali ris atas.
  3. Tali ris bawah.
  4. Pelampung.
  5. Pemberat.
  6. Tali slambar (tali penghubung antar pis.
Jaring insang termasuk kelompok alat penangkap yang selektif, ukuran minimum ikan yang menjadi target tangkapan dapat diatur dengan cara mengatur ukuran mata jaring yang digunakan. Ikan-ikan yang menabrak jaring. Ukurannya mata jaring dan bukaannya sangat ditentukan oleh ikan yang menjadi tujuan penanangkapan.
 
 
Gambar 1. Jaring Insang
 
 

Selasa, 18 Juni 2013

GILL NET



Gill Net merupakan salah satu jenis alat penangkap ikan yang sering digunakan oleh nelayan (nasional dan internasional) untuk menangkap ikan di laut. Metode penangkapan dengan menggunakan Gill Net kata kuncinya adalah "menjebak untuk dijerat". Gill Net harus mampu menjebak, kemudian menjerat ikan pada bagian insangnya. Karena sebagai alat penjebak maka sedapat mungkin bahan yang digunakan adalah bahan yang transparan Sedangkan agar ikan terjerat maka tekstur benang jaring harus licin, bulat dan elastis. Perhatikan Gambar di bawah ini, ikan memiliki ukuran insang lebih besar dari mata jaring(ikan tidak terjerat), b adalah ukuran ikan yang sesuai dengan mata jaring (iakn terjerat), sedangkan c adalah ikan yeng berukuranlebih kecil (ikan lolos).


 

Senin, 10 Juni 2013

GARAM


Garam merupakan salah satu kebutuhan pelengkap dari kebutuhan pangan dan merupakan suber elektrolit bagi tubuh manusia. Walaupun Indonesia termasuk negara maritim, namun usaha meningkatkan produksi garam belum diminati, termasuk dalam usaha meningkatkan kualitasnya. Di lain pihak untuk kebutuhan garam dengan kualitas baik (kandungan kalsium dan magnesium kurang) banyak diimpor dari luar negeri, terutama dalam hal ini garam beryodium serta garam industri.
Kebutuhan garam nasional dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan perkembangan industri di Indonesia sebagaimana yang disajikan oleh Direktorat Industri Kimia An Organik, Deperindag dan APROGAKOB pada pertemuan Forum Peluang Pasar Garam Indonesia tanggal 31 Oktober 2000 yaitu tahun 1997 sebesar 1.650.000 ton, tahun 1998 sebesar 1.825.000 ton, tahun 1999 sebesar 1.935.000 ton dan tahun 2000 sebesar 2.100.000 ton. Untuk tahun 2000 kebutuhan garam nasional diproyeksikan berkisar 855.000 – 950.000 ton untuk kebutuhan konsumsi dan 1.150.000 – 1.345.000 ton untuk kebutuhan industry. Sehingga total kebutuhan garam sebanyak 2.100.000 – 2.200.000 ton sedangkan perkiraan proyeksi produksi garam hanya sekitar 300.000 – 900.000 ton. Ini berarti bahwa untuk memenuhi kebutuhan garam nasional untuk periode tahun 2000 paling sedikit harus mengimpor garam sebanyak 1.200.000 ton.

Kamis, 06 Juni 2013

MODEL PEMBUATAN GARAM BERMUTU

Model yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan mutu garam rakyat adalah dengan model pengendapan kalsium, magnesium dan sulfat yang terkandung dalam air laut sebelum garam NaCl-nya dikritalisasikan.

Ada dua model yang dapat dikembangkan yaitu mengendapkan kalsium dan magnesium sebagai karbonat dan oksalat, sedang dalam bentuk garam sulfat dilaksanakan dengan model kristalisasi bertingkat. Selain itu, lumpur yang merupakan pengotor utama dari garam rakyat perlu pula diendapkan, sehingga dapat diperoleh garam rakyat dengan kemurnian tinggi.

Selasa, 04 Juni 2013

KOMPOSISI AIR LAUT UNTUK PEMBUATAN GARAM

Komposisi air laut pada salinitas 35‰ dapat dilihat pada Tabel 1 atau pada bobot jenis rata-rata 1,0258 kg/liter yaitu dengan kepekatan antara 3-3,5oBe dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 1. Komposisi Air Laut pada Salinitas 35
No
Ion
Gram per kg air laut
1
Cl -
19,354
2
Na+
10,77
3
K+
0,399
4
Mg2+
1,290
5
Ca2+
0,4121
6
SO42+
2,712
7
Br -
0,0673
8
F -
0,0013
9
B
0,0045
10
Sr 2+
0,0079
11
IO3 -, I -
6,0 X 10-5
Sumber: Riley and Skirrow, 1975

Selasa, 07 Mei 2013

DASAR-DASAR BAKTERIOLOGI

 
Istilah bakteri berasal ari kata “bakterion” dari Bahasa Yunani yang berarti tongkat atau batang. Istilah bakteri ini sekarang banyak di pakai untuk tiap mikroba yang bersel satu. Bakteri merupakan salah satu mikroorganisme yang dapat hidup di tempat yang tersebar di seluruh dunia. Bakteri adalah mikroorganisme unicelluler prokaryotik yang umumnya tidak berklorofil meskipun mempunyai dinding sel, organisme ini bersifat kosmopolitan paling banyak jumlahnya dan tersebar luas hampir di semua tempat yaitu di makanan, di udara, air tanah, magma, batuan maupun tubuh mahkluk hidup.
 
Dilihat dari peranannya Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Menguntungkan karena membantu dalam proses pembuatan makanan dalam berbagai fermentasi, juga pembuatan obat obatan, pembusukan sampah, dll. Merugikan karena dapat menyebabkan penyakit karena patogen. Untuk lebih jelasnya perhatikan beberapa pendekatan hafalan dari bakteri.
Ketahui ciri bakteri itu secara Performance, sifat kehidupannya dan peranannya
a. Harus diketahui struktur performancenya bakteri baik morfologi maupun anatominya
b. Harus tahu bentuk dan koloninya
c. Cara bergeraknya , dan tipe jenis flagela yang ada di tubuhnya
d. Cara mendapatkan makana
e. Cara respirasinya
f. Cara reproduksi
g. Dan peranannya bagi kehidupan baik sisi negatif maupun positifnya

Morfologi bakteri diamati dengan menggunakan mikroskop. Untuk mengukur sel bakteri digunakan ukuran khusus yang disebut micrometer (1 mikron = 0,001 milimeter). Ukuran bakteri yang biasa diamati di laboratorium berukuran antara 0,15 sampai 1,5 µ lebar dan 1-5 µ panjang.

Bentuk dasar sel bakteri meliputi coccus (bulat), bacillus (batang), bentuk bengkok atau spiral (vibrio atau spirillium). Bakteri berkembang biak dengan cara membelah diri secara sederhana, setelah pembelahan sebagian bakteri berkumpul namun ada juga yang memisahkan diri dan membentuk rantai atau dua-dua.Berdasarkan hal itu maka dikenal adanya susunan/formasi bakteri yang berbeda-beda. Perbedaan susunan tersebut dapat dijadikan salah satu alat identifikasi genus atau spesies.
 
Susunan bakteri yang umum ditemui adalah
a. diplokokus (kokus berpasangan),
b. streptokokus (formasi rantai),
c. stafilococus (formasi bergelombol seperti buah anggur),
d. tetrade (formasi kelompok berjumlah 4),
e. Sarcina (formasi berkelompok berjumlah 8 menyerupai kubus)
 
 

Kamis, 02 Mei 2013

Kolam Ikan Minimalis Dalam Rumah

Kolam ikan minimalis saat ini merupakan salah satu tren untuk dekorasi rumah sehingga pembahasannya seakan tidak akan pernah habis. Hal ini wajar jika kita melihat kondisi dimana rumah minimalis dan modern tengah diminati saat ini sehingga kolam dengan ukuran yang relatif kecil dan desain yang cenderung sederhana ini menjadi pilihan yang cukup populer di kalangan masyarakat. Selain itu, desain kolam ikan minimalis yang tidak terlalu memakan area yang cukup luas merupakan pilihan yang cukup terjangkau dalam mendekorasi rumah.