|
TUJUAN DAN MANFAAT PENERAPAN
TEKNOLOGI
Tujuan dari penerapan
teknologi pengendalian gulma air ecenggondok adalah untuk mengendalikan
pertumbuhan ecenggondok di perairan sehingga keberadaannya tidak menimbulkan
dampak negatif terhadap lingkungan sumber daya ikan dan perairan. Teknologi
pengendalian gulma air ecenggondok ini sangat bermanfaat untuk memulihkan
fungsi ekologis perairan dan sekaligus berguna sebagai teknologi pemanfaatan
ecenggondok sebagai sumber makanan ikan (bisa seluruh pohon atau daunnya
saja. Bila daunnya saja (10 % dari pohon) maka batangnya (50 % bagian pohon)
dapat digunakan untuk kerajinan kreatif dengan catatan panjang minimum 60 Cm
dan perlu adanya pelatihan serta akarnya (40 % bagian pohon) sebagai bahan
baku kompos atau biogas, memerlukan sarana dan teknologi yang harus dimiliki.
Teknologi ini dapat diterapkan secara efektif di perairan umum daratan
terutama di perairan danau dan waduk yang sudah digolongkan perairan kritis
sebagai akibat cemaran gulma air sehingga kelestarian lingkungan perairan
terjamin
|
Selamat Datang
Selamat Datang di Situs Layanan Informasi Penyuluhan Perikanan
Selasa, 07 Juni 2016
TEKNOLOGI PENGENDALIAN GULMA AIR ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) DI PERAIRAN UMUM DARATAN
Senin, 06 Juni 2016
TEKNIK PEMBENIHAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii Lacepede)
|
DESKRIPSI TEKNOLOGI
|
||
|
1.
|
TUJUAN DAN MANFAAT PENERAPAN TEKNOLOGI
|
|
|
|
Tujuan teknologi ini
yaitu menghasilkan paket teknologi pembenihan Bawal Bintang yang adaptif dan
aplikatif dan melakukan sosialisasi serta transfer teknologi, sehingga
hasilnya dapat diaplikasikan oleh masyarakat. Manfaatnya yaitu menyediakan
benih ikan bawal bintang melalui usaha pembenihan yang dilakukan masyarakat.
|
|
|
|
| |
Rabu, 18 Mei 2016
Pengendalian Hama - Penyakit Budidaya Ikan Gurame
Dalam melakukan usaha budidaya ikan, keberadaan hama dan penyakit seolah
menjadi hal yang sangat lumrah untuk dijumpai apalagi pada ikan gurame.
Ketepatan dalam pengendalian hama dan penyakit ikan menjadi faktor
kunci penentu keberhasilan suatu usaha budidaya ikan. Berikut ini akan
dijelaskan teknik pengendalian hama dan penyakit yang sering dijumpai
pada usaha budidaya ikan gurame
1) Hama
a. Bebeasan (Notonecta)
Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.
1) Hama
a. Bebeasan (Notonecta)
Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.
Sabtu, 13 Februari 2016
JENIS-JENIS ENERGI LAUT
Ini Sumber Listrik dari Energi yang di
hasilkan Lautan
Jenis - Jenis Energi laut
Energi Pasang Surut adalah energi yang
terbentuk oleh gradient pasang dan surut air laut
Pada dasarnya ada dua metodologi untuk
memanfaatkan energi pasang surut:
a. Dam pasang surut (tidal barrages)
Cara ini serupa seperti pembangkitan listrik
secara hidro-elektrik yang terdapat di dam/waduk penampungan air sungai. Tetapi
pemanfaatan siklus pasang surutnya jauh lebih besar daripada air sungai. Dam
ini biasanya dibangun di muara sungai dimana terjadi pertemuan antara air
sungai dengan air laut.
Kekurangan terbesar dari pembangkit listrik
tenaga pasang surut adalah mereka hanya dapat menghasilkan listrik selama ombak
mengalir masuk (pasang) ataupun mengalir keluar (surut), yang terjadi hanya
selama kurang lebih 10 jam per harinya.
Sabtu, 09 Januari 2016
MANAJEMEN PAKAN PADA BUDIDAYA LELE BIOFLOC (Standart Operational Procedure)
|
1.
|
Pakan berkualitas
kualitas (referensi dari pembudidaya yang sudah mencoba) dan ketersediaan di
wilayah sekitar (efisiensi biaya transportasi), pemilihan produk didasarkan pada bukti
|
|
|
2.
|
Ukuran pakan disesuaikan
dengan bukaan mulut ikan, dengan tujuan pertumbuhan ikan rata (racak)
|
|
|
3.
|
Feeding program
(program pakan)
| |
Jumat, 08 Januari 2016
MANAJEMEN BENIH PADA BUDIDAYA LELE BIOFLOC (Standart Operational Procedure)
|
-
|
Benih
dari induk yang unggul ( bersertifikat
pemerintah/swasta )
|
|
-
|
Benih
sehat, gerak aktif dan lincah
|
|
-
|
Ukuran
sama/seragam
|
|
-
|
Dari
satu induk yang sama (kecepatan tumbuh sama)
|
|
-
|
Warna
seragam
perbedaan warna benih menunjukkan tingkat kesehatan
benih yg beragam atau dengan kata lain benih sudah terinfeksi sehingga
mempengaruhi lender dan pigmen sebagai system immune.
|
|
-
|
Organ
lengkap
Kumis yang tidak lengkap/rontok menandakan ikan
pernah terserang penyakit, termasuk sirip yang tidak utuh lagi bentuknya.
Patil yang tidak lengkap menunjukkan kualitas induk masih sangat dekat
kekerabatannya (inbreed) sehingga dapat dipastikan akan diikuti kelainan
organ atau daya tahan ikan.
|
|
-
|
Bentuk
proporsional
|
|
-
|
Benih
dari pembenih/ hatchery yang terpercaya
Sumber:
Komunitas Masamo Pekalongan. 2013. Budidaya Lele Biofloc (Standart Operational Procedure). Pekalongan |
MANAJEMEN AIR PADA BUDIDAYA LELE BIOFLOC (Standart Operational Procedure)
1.
|
PERSIAPAN
MEDIA
|
|
a.
|
Desinfektan
(suci hama) Kolam
|
|
·
Disinfeksi dg menggunakan
chlorine (kaporit)
Kolam diisi penuh, larutkan chlorine 30 ppm diamkan
selama 3 hari agar efek chlorine bisa teroksidasi, untuk mempercepat oksidasi
gunakan aerasi yang kuat atau bila kolam full terkena sinar matahari dalam
waktu 3 hari efek chlorine akan hilang
· Tujuan disinfektan adalah mensterilkan organisme di kolam terutama
bakteri pathogen dan parasit yang mengganggu pertumbuhan ikan.
| ||
Langganan:
Postingan (Atom)
