Penyakit sidat dapat disebabkan oleh suatu organisme dan
kondisi lingkungan yang kurang menunjang kehidupan sidat. Serangan penyakit
dikolam pemeliharaan diakibatkan oleh ketidak serasian interaksi antara sidat,
kondisi lingkungan, dan organisme penyakit yang menyebabkan stress pada sidat
sehingga mekanisme pertahanan diri yang dimilikinya menjadi lemah dan mudah
diserang.
Selamat Datang
Selamat Datang di Situs Layanan Informasi Penyuluhan Perikanan
Jumat, 16 Januari 2015
Rabu, 14 Januari 2015
MENGENAL LAMUN (seagrass)
Lamun (seagrass) adalah tumbuhan berbunga (angiospermae) yang berbiji
satu (monokotil) dan mempunyai akar rimpang, daun, bunga dan buah. Jadi
sangat berbeda dengan rumput laut (algae). Lamun dapat ditemukan di
seluruh dunia kecuali di daerah kutub. Lebih dari 52 jenis lamun yang
telah ditemukan. Di Indonesia hanya terdapat 7 genus dan sekitar 15
jenis yang termasuk ke dalam 2 famili yaitu : Hydrocharitacea (9 marga,
35 jenis ) dan Potamogetonaceae (3 marga, 15 jenis). Jenis yang
membentuk komunitas padang lamun tunggal, antara lain : Thalassia
hemprichii, Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Cymodoceae serulata,
dan Thallasiadendron ciliatum. Dari beberpa jenis lamun, Thalasiadendron
ciliatum mempunyai sebaran yang terbatas, sedangkan Halophila spinulosa
tercatat di daerah Riau, Anyer, Baluran, Irian Jaya, Belitung dan
Lombok. Begitu pula Halophila decipiens baru ditemukan di Teluk Jakarta,
Teluk Moti-Moti dan Kepulaun Aru (Den Hartog, 1970; Azkab, 1999; Bengen
2001).
Senin, 12 Januari 2015
PENANGANAN HAMA DAN PENYAKIT PADA IKAN TAMBAKAN
Hama Pengganggu dan Pemberantasannya
Hama
dikenal sebagai pemangsa (predator) merupakan organisme hidup yang bisa terdiri
dari hewan air ataupun hewan darat. Hama
yang umum ditemukan antara lain ular air, bulus (kura-kura), biawak, sero
(lingsang), kodok dan burung.
Pemberantasan yang paling efektif yaitu dengan cara mekanik
atau dengan membunuhnya secara langsung bila kebetulan ditemukan dilokasi. Cara lain yaitu dengan memasang perangkap
(ranjau) bagi jenis hama tertentu serta memasang umpan yang telah dicampur
dengan racun.
Selain hama, terdapat pula sekelompok hewan yang dapat
digolongkan kedalam insekta air.
Kelompok hewan ini banyak ditemukan pada areal pembenihan dan pendederan
ikan, terutama menyerang serta memangsa telur dan benih ikan yang masih
kecil. Berikut diantara insekta air yang
sering ditemukan pada kolam pembenihan atau pendederan ikan tambakan.
Senin, 05 Januari 2015
PARTICIPATORY RURAL APPRAISAL (PRA)
Participatory Rural Appraisal (PRA) merupakan pendekatan program yang
mulai dikembangkan pada awal dekade 1990-an. Saat ini PRA dikembangkan
dan diaplikasikan dalam pengembangan program-program di berbagai negara
di dunia termasuk Indonesia, dengan dasar pemikiran bahwa keberhasilan
suatu pendekatan pengembangan masyarakat perlu benar-benar melibatkan
masyarakat itu sendiri.
Program pembangunan masyarakat dimana lebih banyak direncanakan oleh pemerintah/lembaga penyelenggara program tanpa melibatkan masyarakat yang menjadi pelaku utama pembangunan (top-down) maka proses perencanaan pembangunan dengan cara itu mengakibatkan:
Program pembangunan masyarakat dimana lebih banyak direncanakan oleh pemerintah/lembaga penyelenggara program tanpa melibatkan masyarakat yang menjadi pelaku utama pembangunan (top-down) maka proses perencanaan pembangunan dengan cara itu mengakibatkan:
- Program pembangunan tidak menyentuh kepentingan masyarakat yang sesungguhnya.
- Keterlibatan masyarakat hanya sebagai pelaksana bukan sebagai pemilik program sehingga dukungannya kecil
- Masyarakat hanya sebagai pelaksana akan mengakibatkan kurangnya kemandirian dan keberlanjutan program, karena masyarakat tergantung pada pihak luar.
Senin, 08 Desember 2014
BUDIDAYA IKAN MAS (Cyprinus carpio)
Budidaya ikan mas (Cyprinus carpio L.) telah lama berkembang di
Indonesia. Selain mudah juga peluang usaha ikan mas cukup menjanjikan. Permintaan pasarnya tinggi, namun pasokan rendah. Keadan
ini menjadikan harga ikan mas cukup menguntungkan. Budidaya ikan mas dilakukan
dalam beberapa tahapan.
BUDIDAYA IKAN NILA GIFT (Oreochromis niloticus bleeker)
1. PENDAHULUAN
Ikan Nila GIFT (Oreochromis
niloticus bleeker) merupakan jenis ikan air tawar yang mudah dikembangbiakan dan toleransinya
yang tinggi terhadap perubahan lingkungan maupun kemudahan pemeliharaannya. Rasanya
cukupgurih dan digemari masvarakat Indonesia. jenis Ikan Nila diantaranya
Citralada, tralada, lokal dan Nila GIFT yang masuk ke Indonesia pada tahun 1984
dan 1996 dari ICLARAM Philipina
melalui Balai Penelitian Perikanan Air Tawar (Balitkanwar).
Teknik
pembesaran Ikan Nila terapannya sangat mudah dilakukan sekali, baik dilakukan.
skala rumah tangga atau skala besar (perusahaan). Tempatnya pun dapat
dilaksanakan pada kolam tanah, kolam tembok dan Keramba jaring Apung (KJA).
Untuk
pemasarannya sangat luas baik dalam negeri maupun luar negeri (ekspor) seperti
masyarakat Jepang dan Singapura, terutama ukuran yang berat badannya di atas
500 gram. Bagi konsumsi dalam negeri akan banyak menunjang usaha perbaikan gizi
keluarga.
Dilihat dari prospeknya, baik
dalam maupun luar negeri sangat menjanjikan, sehingga perlu langkah yang pasti
untuk meningkatkan produksi agar kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri
dapat terpenuhi.
Minggu, 07 Desember 2014
Budidaya Infusoria
Infusoria
adalah salah satu pakan alami dari golongan protozoa, yaitu kumpulan organisme
bersel tunggal yang terdiri dari kelompok siliata dan kelompok flagelata. Kedua
kelompok ini dibedakan dari alat gerak yang dimiliki. Kelompok siliata mempunyai
alat gerak yang disebut silia atau rambut getar, sedangkan kelompok flagelata
mempunyai alat gerak yang disebut flagel atau bulu cambuk.
Infusoria berkembang biak dengan dua cara, yaitu dengan
konjugasi dan pembelahan sel. Cara konjugasi yaitu dua sel induk saling
menempel dan kemudian terjadi pertukaran dan pembauran inti sel, sedangkan cara
pembelahan sel adalah sel membelah secara horisontal dengan pembagian inti yang
sesuai.
Kelompok
siliata yang biasa dijumpai dalam budidaya infusoria ialah paramaecium. Untuk
kelompok flagelata yang biasa ditemui antara lain Chlamydomonas, Euglena
viridis dan Ceratium hirudinella. Paramaecium
Langganan:
Postingan (Atom)





