Selamat Datang

Selamat Datang di Situs Layanan Informasi Penyuluhan Perikanan

Jumat, 19 Juni 2015

PEMBESARAN IKAN CORYDORAS


Kegiatan akhir budidaya corydoras ialah pembesaran. Kegiatan pembesaran merupakan pemeleharaan ikan hingga mencapai ukuran yang dikehendaki pasar. Ada tiga ukuran ikan hasil pembesaran yang siap di pasarkan, yaitu ukuran S (1,75-2,00 cm), Ukuran M (2,5-3.0 cm), dan ukuran L(lebih dari 3 cm). Permintaan pasar tebesar adalah ukuran M dengan ukuran rata-rata 2,5 cm.
Pada kegiatan pembesaran ini membutuhkan waktu lebih lama dibanding pembenihan dan pendederan. Waktu yang dibutuhkan larva menjadi ukuran S sekitar 1-1,5 bulan, dari ukuran S ke M sekitar 1-1,5 bulan, dari ukuran M ke L sekitar 1,5-2 bulan.
Wadah pembesaran dan sarananya
Wadah pembesaran ini sama seperti pada kegiatan pembenihan, akuarium dapat dibuat sendiri sesuai keinginan budidaya. Ukuran harus lebih besar dibanding wadah pemijahan karena digunakan untuk keleluasan gerak ikan. Ketebalan kacanya harus sesuai dengan ukran akuarium. Sebagai pedoman, Ketebalan kaca untuk akuarium ukuran 40 cm x 60 cm x 50 cm adalah 5 mm. Ketebalan kaca perlu diperhatikan pemberian pakan sekitar 7-10 hari dengan dosis 1/3 sendok makan untuk setiap akuarium.
Kualitas air selama pemeliharaan benih harus tetap stabil sehingga perlu dilakukan pergantian air. Air yang bening lebih di sukai benih corydoras, dan sisa pakan, kotoran yang ada didasar harus selalu dibuang.
Pemasukan benih.
Ketekunan, kesabaran, dan ketelatenan dalam mengelola pembudidayaan corydoras akan menunjang keberhasilan uasaha yang dilakukan.Penanganan yang halus atau lembut sangat di butuhkan. Perlakuan yang kasar akan menyebabakan terjadinya serangan penyakit. Luka biasanya terjadi akibat penangan yang kurang hati-hati atau kasar.
Pemasukan benih kedalam bak pembesaran pun harus dilakukan secara hati-hati. Gunakan serokan agar ikan tidak tergores dan tidak menyababkan luka. Ikan yang baru diserok sebaiknya ditempatkan dahulu dalam sebuah baskom sebelum dimasukan dalam wadah pembesaran.
Setelah benih berada dalam baskom masukkan baskom tersebut secara perlahan ke da;am wadah pembesaran untuk diaklimatisasi dan adaptasi suhu air. Ini harus dilaukan karena suhuair di wadah pemeliharaan lama tidak sama demgam suhu air di wadah baru bila langsunmg dimasukkan kedalam wadah pembesaran, ikan tidak tahan dengan suhu air yang baru. Proses aklimatisasi dan adaptasi cukup sekitar satu jam. Selanjutnya okan di dalam baskom dibiarkan keluar sendiri ke wadah pembesaran.
Perawatan
Setelah dimasukkan dalam wadah pembesaran, ikan harus dirawat dengan baik agar kondisinya menjadi baik. Ikan sangat membutuhkan pakan untuk hidupnya baik pakan alami maupun pakan buatan. Beberapa jenis pakan alami yang akan diberikan antara lain cacing sutera dan cacing dara. Namun, corydoras sangat menyukai cacing sutera dinbanding cacing darah sementara pakan buatan dapat diberikan secukupnya saja.
Pemberian cacing sutera dalam keadaan bersih, setelah dinbersihkan diberi perlakuan obat – obatan agar terbebbas dari hama dan organisme dan penyebab penyakit. Caranya ialah pakan alami direndam dalam antibioti oksiteterasiklin 5-10 ppm. Pembersihan lumpur diklakukan dengan cara mencucinya secukupnya saja tetapi harus dkontrol secra rutin ketersediaanya agar ikan dapat memperoleh pakan sewaktu –waktu.
Selain pakan. Air merupakan media pemeliharaan ikan yang harus sealu diperhatiakn kualitas maupun kuantitasnya. Kiarena itu kegiatan pengisian air perlu dilakukan dengan mengganti air berarti kualitasnya dapat diperbaharui.
    Penggantian air dapat dilakukan sesuai kebutuhan, sebaiknya sehari sekali. Namun, waktu 2-3 hari sekali masih mendukung kualitas air, tergantung kondisinya. Kotoran yang berada didasar perairan merupakan indikasi terhadap kualitas air media sehingga akan memepengaruhi kondisi air terutama kandungan amoniaknya.           
DAFTAR PUSTAKA
Kembuan B.S. dan Syafei L.S, 2005. Buku Seri Kesehatan Ikan “Corydoras Sehat Produksi Meningkat”. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Jurusan Penyuluhan Perikanan, Bogor.
Liviawaty dan Eddy Afrianto, Pengendalian Hama dan     Penyakit Ikan, Yogyakarta, Kanisius, 1992.
Mudjiutami Endang, Ikan Hias Air Tawar Corydoras,      Jakarta,     Penebar Swadaya,2000.

Wijayakusuma, Setiawan Dalimartha dkk Tanaman Berkhasiat     Obat Indonesia IV, Jakarta, Pustaka Kartini, 1999.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar